Minggu, 09 Desember 2007

Saat WIwuu Sakit

Saat Wiwuu sakit, ada beberapa orang yang bilang bahwa Wiwuu sakit karena dia belum dibaptis.

Wah...sungguh komentar yang gak pas. Padahal jelas2 wiwuu masuk RS karena terlalu banyak bakteri yang ada di perutnya yang sebabkan gangguan pencernaan. Mungkin karena dia sering memasukkan jarinya yang gak bersih ke dalam mulut.

Kalo orang2 anggap Tuhan membalas tindakanku (tidak membaptis wiwuu segera) dengan memberikan sakit pada Wiwuu, dia sama aja gak menempatkan Tuhan sebagai yang Mahasegala. Padahal Tuhan gak bakal balas dendam karena jumlah pengikutNya berkurang.
Tuhan bukan tukang hukum seperti guru di sekolah. Tuhan bukan tukang hitung kesalahan dan kebaikan dan menimbang2 ganjaran yang akan kita dapat. Dia, Tuhan, gak perlu kita sogok, Dia akan melakukan yang Dia kehendaki. Jalan pikiran-Nya gak sama dengan jalan pikiran kita manusia.
So..Jangan kambing hitamkan Tuhan atas penderitaan yang kita hadapi. Kalo berani, ambil hikmah positif dari semua peristiwa dalam hidup kita. Kalau kita berani....akui bahwa kita punya andil akan terjadinya suatu peristiwa. Mungkin, kita harus lebih banyak belajar bertanggung jawab.

I love you, Wiwuu


Mencintai itu sebuah anugerah.
Bagaikan busur yang meregang, membiarkan anak panahnya melesat meninggalkan dirinya.
Busur tak pernah meminta anak panah kembali. Tugas busur adalah membuat anak panah pergi sejauh yang diharapkan.

Jangan merasa sedih bila harus ditinggalkan. Selama tujuan cinta adalah merelakan, mengembangkan yang dicinta, tak akan ada yang salah..semuanya baik-baik saja.

Suatu saat nanti bertemu lagi dengan yang dicinta, mungkin segala prasangka akan sempat memenuhi hati. Tetapi tetaplah percaya pada cintamu. Selama tujuannya adalah merelakan dan mengembangkan, tidak ada yang salah..semuanya baik-baik saja. terima dia apa adanya..

Kamis, 29 November 2007

Ayu Lulus

Ayu Indah..
Nama yang cantik, secantik orangnya. Kemarin sore dia mempresentasikan Tugas Akhirnya di depan dosen2 penguji dan audience dengan sangat baik. Dia tampak telah mempersiapkan segalanya. Dengan percaya diri dia jawab setiap pertanyaan penguji dan audience dengan jelas. Pada sesi tanya jawab, aku ingin tahu bagaimana dia menyelesaikan Tugas Akhirnya disela-sela pekerjaannya (dia telah bekerja sebelum lulus dari Asekma). Kerja keras dan membagi waktu, merupakan inti dari jawaban gadis manis ini. Aku tidak heran saat para penguji memberi nilai A untuk karya paripurna di Asekma Santa Anna.

Dari Ayu aku belajar,
saat kita siap menjalani sebuah ceritera, kita akan menjadi tokoh utamanya. Ayu dan kelompoknya pernah gagal pada mata kuliah MSDM yang aku ampu. Menurutku, kegagalan terjadi karena ketidakmampuan untuk memanage kelompok dan diri sendiri untuk mencapai dream (berwujud kegiatan pentas seni). Semester berikutnya, Ayu mengulang MSDM, dia berusaha sangat keras untuk mewujudkan dream yang baru. Jadilah kegiatan seminar bekerja sama dengan ISI cabang semarang bulan januari 2006 yang lalu. Lewat kegiatan itu, ayu mendapatkan tawaran bekerja dari beberapa perusahaan yang menjadi sponsor seminar. Ayu meletakkan dirinya dalam jejaring dunia kerja di semarang.

Perkuliahan belum selesai, Ayu melamar di sebuah perusahaan furniture, langsung diterima.. Sambil menyelesaikan Tugas Akhirnya, dia mendapat tugas penting menyelenggarakan event besar untuk perusahaannya. Keduanya berhasil dia selesaikan dengan baik.

Saat Ayu siap, dia tahu apa yang harus dilakukannya. Dia tidak lagi menjadi manusia yang menyalahkan orang lain. Dia melakukan apa yang sanggup dia lakukan..dengan sungguh2. Ya..aku melihat dia melakukan semuanya dengan sungguh2.

Semua keinginan kita akan terwujud bila kita siap.
Semua bisa diraih bila kita siap mendapatkannya.
Siap berarti berani menanggung resiko berusaha keras mengejar dream..bukan duduk manis dan berkipas2.

Selamat untuk Ayu. Sukses selalu:D
Terima kasih untuk semua pengalaman bersama di Asekma.